1. Kaya Ilmu. Makin sering bertemu buku pastinya ilmu Anda ikut bertambah. Meskipun awalnya terasa berat untuk terus belajar dan disibukkan dengan setumpuk tugas (lagi), semua itu bakal terus mengasah otak. Pada akhirnya, semua teori yang Anda dapat, akan membantu dalam dunia kerja.
2. Membangun Karakter. Tahu kan, bagaimana ilmu padi? Semakin berisi, semakin merunduk. Nah, orang berilmu biasanya juga punya karakter kuat. Berhubung terbiasa denga pola piker sistematis (karena ditempa melalui rutinitas diskusi dan penulisan makalah), Anda lebih tenang saat menghadapi masalah dan percaya diri dalam situasi apapun. Hal ini tentu menguntungkan bila nantinya Anda menjalai profesi yang penuh tekanan.
4. Gaji Lebih Besar. Tidak perlu malu mengakui kalau gaji menjadi salah satu pertimbangan Anda untuk melanjutkan pendidikan. Lulusan S2 memang mendapatkan gaji lebih besar disbanding lulusan S1, khususnya di perusahaan-perusahaan swasta atau multinasional, terutama kalau bidangS2-nya rumit atau bersifat teknis. Karena selain kemampuan dan ilmu S2 lebih tinggi, perusahaan merasa kompetensi Anda perlu dihargai lebih.
5. Karir Ekspres. Jangan heran kalau lulsan S2 menempati posisi lebih tinggi dari lulusan S1. Biasanya mereka dianggap mmpu menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan baik, sehingga dipercaya dapat memimpin fresh graduate S1. Promosi atau kenaikan jabatan juga sangat terbuka, selama Anda bisa menunjukkan performa yang bagus.
6. Jaringan Luas. Bisa jadi teman sekelas Anda adalah orang-orang yang sudah bekerja sambil kuliah S2. Tak jarang beberapa diantaranya memegang posisi penting di perusahaan mereka. Jadi, selain bisa sharing pengalaman kerja, Anda juga bisa memperluas jejaring. Siapa tahu, setelah melihat prestasi Anda pada saat kuliah, mereka langsung menawari lowongan kerja atau posisi di perusahaan mereka. Sekali merengkuh dayung, 2-3 pulau terlampaui, bukan?
7. Kesempatan Tak Terduga Dari Institusi. Jika selalu berprestasi, ada kemungkinan Anda bisa ditawai pekerjaan atau proyek, sebelum menyelesaikan kuliah S2 Anda. Misalnya, menjadi Dosen, ikut serta dalam proyek Dosen Anda atau sebagai narasumber di sebuah talk show. Bahkan, bukan tidak mungkin peluang Anda akan memperoleh beasiswa S3 (Doctoral) pun makin besar!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar