1. Mengenali Karakter. Anda dan dia bisa diibaratkan seperti buku yang terbuka. Anda mengenal betul bagaimana reaksinya bisa sedang mengalami situasi tertentu, entah itu saat ia sedang marah, bahagia, sedih, kesal dan kecewa. Hubungan yang terjalin sekian lama sepertinya cukup memperkaya pengetahuan Anda dan dia tentang karakter masing-masing. Hal ini penting dipertimbangkan, karena dia idealnya akan menjadi teman Anda sampai sisa hidup Anda.
2. Kematangan Berpikir. Sejak lama Anda mengetahui sosok dia sebagai lelaki yang mampu menjadi nahkoda yang baik dan bertanggung jawab. Ia orang yang bisa diandalkan untuk pemecahan setiap masalaah. Terutama sekali, si dia mampu melihat persoalan jauh ke depan dan bisa menjadi teman diskusi yang asyik. Selalu ada hal baru ketika Anda terlibat pembicaraan dengannya. Jika ia mempunyai kualitas seperti ini, untuk apa lagi Anda ragu menikah dengannya.
3. Kecocokan Emosi. Anda merasa kebutuhan emosi Anda terpenuhi oleh kehadiran dirinya. Satu contoh kecil, dia bisa memenuhi kebutuhan emosi Anda yang ingin dimanja, diayomi dan diemong. Ia orang yang dengan segenap daya dan upaya mendukung Anda ketika Anda benar-benar membutuhkannya. Kebutuhan emosi Anda dan si dia bagaikan kepingan puzzle yang saling melengkapi.
5. Menyukai Keluarganya. Bagi masyarakat kita, pernikahan berarti penyatuan 2 keluarga. Anda tidak hanya menikah dengan dirinya, tapi juga keluarga besarnya. Bagaimana hubungan Anda dengan keluarganya? Mereka menerima Anda dengna tangan terbuka, kan? Lantas, apalagi yang dipersoalkan? Menikah dengan orang yang keluarganya Anda kenal dengan baik, lebih menentramkan daripada menikah dengan orang yang keluarganya tidak menyukai Anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar