1. Niat & Motivasi. Langkah pertama yang harus Anda lakukan –dan sekaligus paling berat- adalah tanamkan pada diri Anda bahwa skripsi merupakan satu-satunya jembatan masa depan anda atau dengan kata lain pintu Anda untuk ‘keluar’ dari kampus sekaligus ‘masuk’ ke dunia kerja. Memang benar tanpa gelar pun Anda bisa memperoleh pekerjaan, namun tentunya bekal gelar sarjana akan lebih mampu memperbesar peluang Anda memperoleh pekerjaan yang lebih baik. Ingat di Indonesia masih memegang kuat prinsip “To Each According To His Diploma” bukan “To Each According To His Skills”, jadi seberapun pintar Anda, namun tanpa gelar akademis tidak akan dihargai. Buat motivasi pribadi Anda, seperti misalnya: “Kalau tidak lulus kuliah Anda akan diputuskan kekasih Anda”, “Dengan memperoleh pekerjaan, Anda mempu membuktikan sesuatu pada seseorang”, ”Menyelesaikan studi lebih cepat akan meringankan beban orang tua” atau “Dengan pekerjaan mapan, Anda akan lebih mudah menemukan calon istri yang tepat” dan sebagainya.link
3. Filtering. Setelah Anda mendapatkan beberapa alternatif judul dalam genggaman tangan Anda, yang Anda harus lakukan berikutnya adalah melakukan filtering. Proses Filtering dimaksudkan untuk memeperoleh Judul Skripsi yang terbaik bagi Anda, dengan dasar pertimbangan pada: Kemudahan pengumpulan data, kemudahan sumber pendukung, kemudahan proses analisa dan Keluasan Ruang Lingkupnya. Hindari pemilihan judul skripsi yang bombastis namun tidak relaistis, misalnya pada bidang arsitektur : “Desain Waterfront dengan Tinjauan Khusus Perancangan Dermaga di Abu Dhabi” (Anda akan kesulitan melakukan survey, apabila diminta dosen pembimbing) atau Pada bidang informatika : “Rancangan Artificial Intelegence Pada Sistem Monitoring Network WAN” (Anda akan membutuhkan survey ke lebih dari satu provider jaringan komunikasi data).
4. Rajin Menemui Dosen Pemimbing. Untuk memuluskan proses penyusunan skripsi, Anda harus mempunyai hubungan baik dengan dosen pembimbing, karena merekalah yang akan mempermudah kerja Anda sekaligus (mungkin) memberikan pembelaan terhadap Anda pada saat sidang tugas akhir berlangsung.
5. Delegasi Tugas. Delegasi tugas mungkin hanya dikenal pada Skripsi/Tugas Akhir bidang Teknik Arsitektur. Pada peyusunan tugas akhir arsitektur, dikenal istilah Penyusunan Konsep dan Studio. Penyusunan Konsep terdiri atas penyusunan latar belakang, tinjauan masalah, analisa desain dan kesimpulan, sedangkan Studio merupakan implementasi desain dari konsep yang telah disusun. Untuk meng-efektifkan waktu skripsi, Anda bisa mendelegasikan gambar-gambar pelengkap (potongan melintang/membujur, presentasi 3D desain ataupun detil struktur umum) serta maket desain kepada adik-adik angkatan –kalau perlu dengan imbalan khusus. Hal ini akan membuat Anda lebih fokus pada penyelesaian desain inti Anda.
6. Doa. Sekali lagi last but not least, Doa memegang andil 10% kelancaran pengerjaan skripsi Anda, setelah 90% merupakan upaya keras Anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar